Sejarah berdirinya PT. KARYA TOHA PUTRA

PT. Karya Toha Putra kelahirannya dirintis dari sebuah CV. yang didirikan oleh Bapak H. Sayid Toha pada tanggal 17 Oktober 1962. Kelahiran ini disahkan dengan Akta No. 27 dari Notaris Gondodiwirjo, Notaris Semarang.

Awalnya CV ini merupakan percetakan dengan 10 karyawan, dan bertempat di jalan Kauman Krendo yang sekaligus merupakan tempat tinggal Bapak H. Sayid Toha. Perkembangannya bermula dari mencetak dan mendistribusikan buku Yasin Tahlilkarya KH. Achmad Abdul Hamid dari Kendal dengan oplah 5000 eksemplar perbulan.

sejarah berdirinya tohaputra

Selanjutnya, CV mendapatkan order cetak Surat Nikah, Talak dan Rujuk (NTR) dari Kanwil Depag Jateng. Kemudian mulai mengerjakan penerbitan mushaf Al-Qur’an.

Dari Kauman Krendo, perusahaan sempat pindah dan membuka tempat usaha baru di jalan Layur sekitar tahun 1976.

Pada tahun 1978 perusahaan membuka lokasi produksi baru di Jrakah dengan lahan seluas +- 0,6 hektar dan terakhir percetakan membuka lokasi produksi baru di Mangkang tahun 1983 dengan menempati lahan seluas 1,1 hektar.

Seiring dengan perkembangan perusahaan dan Susunan Pengurus, Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang terakhir pada tanggal 27 Februari 1996, perusahaan mengalami perubahan status dari bentuk CV menjadi Perseroan Terbatas dengan Akta No. 9 dan dirubah lagi pada tanggal 27 Februari 2008 dengan Akta No. 29 dari Notaris Mustari Sawilin, Notaris Semarang.

Perubahan ini diharapkan juga membawa perubahan atmosfir perusahaan meskipun berdiri sebagai perusahaan keluarga, namun pengelolaan yang profesional tetap dikedepankan.

Melengkapi akta pendirian juga telah diterbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Nomor. 517/094/11.01/PB/IV/2010 tanggal 14 april 2010. Bidang usaha adalah perdagangan barang dan jasa.

Jenis barang atau jasa dagangan utama adalah buku, alat atau peralatan tulis kantor, barang cetakan,pergudangan, perlengkapan pegawai, komputer, elektrikal, mekanikal,kelontong, jasa perbaikan alat tulis kantor, komputer dan penjilidan.

Akta pendirian perusahaan sebagai perseroan terbatas juga telah mendapatkan pengesahan yakni pengesahan akta pendirian berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AH4.09855.AH.01.02 Tahun 2010 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 23 Februari 2010.

Mengenal Ulumul Qur’an

Ulumul Quran adalah sebuah kompilasi pelbagai macam disiplin ilmu,sebagai pendahuluan atau pengantar untuk memahami Al-Quran, seperti ilmu akan turunnya Al-Quran, pengumpulan, qiroat, mu’jizatnya (di antaranya tidak dapat ditahrif), nasikh dan mansukh, muhkan wa mutasyabihah, tafsir, tajwid dan lain sebagainya.

Jumlah Ilmu Al-Quran

Ulama’ berbeda pendapat tentang jumlah dari ilmu-ilmu Al-Quran; ada yang mengatakan 50 jenis, ada yang mengatakan 80, dan ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 400 jenis ilmu, bahkan ada pula yang mengatakan lebih dari itu.

Pencetus Awal

Orang-orang yang pertama melangkahkan kakinya dalam mengkaji dan membahas ilmu ini adalah;

  • 1. Imam Ali as.
  • 2. Abdulah bin Abbas.
  • 3. Abdullah Bin Mas’ud.
  • 4. Ubay bin Ka’ab bin Qais.

Poin-Poin Penting

  • Awal penulisan disiplin ilmu ini dimulai sejak akhir-akhir abad pertama hijriyah.
  • Ulumul Quran pada awalnya mulanya bermakna universal, dan mencakup tafsir dan tajwid.
  • Abu Aswad Ad-Dualimerupakan orang pertama yang mengi’rab Al-Quran. Hal itu ketika beliau mendengar ada seseorang membaca ayat ketiga surat Taubah, orang itu membaca yang memberikan arti:”Allah berlepas diri dari kaum musyrikin dan rasulNya”.
  • Orang pertama yang mencetuskan cara baca Al-Quran adalah: 1. Abul Aswad di abad I hijriyah. 2. Hasan bashri di abad II hijriyah.
  • Kitab paling komplit pertama dalam kajian ulumul Quran ditulis pada abad kedelapan hijriyah, dengan nama Al-Burhan fi Ulumil Quran hasil karya Zarkasyi.
  • Kitab-kitab yang dapat dijadikan rujukan dalam mengkaji ulumul Quran di antaranya: Al-Itqan fi Ulumil Quran, karya Jalaludid Syuyuthi,  Manahilul Quiran karya Zarqani, Al-Bayan fi Tafsiril Quran karya Ayatullah Khui, Al-Tamhid fi Ulumil Quran karya Ayatullah Ma’rifat. Quran dar Islam karya Allamah Thabathabai, Quran Syenasi karya Ayatullah Misbah Yazdi, Vejhuhes dar Tarikhe Quran, karya Dr Hujati Kirman.

Arti Al-Quran

Quran  yang merupakan masdar berwazan Gufran dan Rujhan diambil dari akar kata Qara’a yang bermakna membaca, akan tetapi masdar ini berarti seperti isim maf’ul, dengan demikian Quran adalah sesuatu yang dibaca / bacaan. Sebagaimana telah disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran ayat ke 17-18 dari surat Qiyamah:”sesungguhnya atas Kami pengumpulan dan bacaannya, maka jika Kami membaca, ikutilah bacaannya”.

Nama Al-Quran

Dalam hal ini telah terjadi polemik dan perbedaan yang sangat santer dan tajam diantara para mufassir, sebagian mengatakan Al-Quran hanya memilki satu nama saja yaitu Al-Quran sendiri, ada yang mengatakan nama Al-Quran berjumlah 43, 55 dan ada yang mengatakan Al-Quran memiliki sekitar 80 buah nama.

Perlu ditambahkan di sini, mayoritas nama-nama yang mereka bawakan tersebut adalah adjectif sifat-sifat bagi kitab suci yang termaktub dalam Al-Quran. Dengan demikian salah satu penyebab terjadinya polemik itu adalah tidak dibedakannya antara nama dan sifat Al-Quran serta perbedaan saliqeh atauselera masing-masing person dari mereka dalam menentukan nama atau sifat.

Adapun pendapat yang benar adalah Al-Quran memiliki empat nama;

1. Al-Quran. (Buruj 21)

2. Kitab. (Shad 29)

3. Zikr. (Anbiya’ 50)

4. Furqan. (Furqan 1)

Dari keempat nama di atas tiga di antaranya; Kitab, Zikr, dan Furqan juga digunakan oleh kitab-kitab lain sebelum Al-Quran seperti Taurat dan Injil, sedang Al-Quran merupakan nama khusus bagi kitab yang telah diturunkan kepada baginda nabi Muhammad SAWW.

Sebab Penaman Dengan Al-Quran

Adapaun sebab penamaannya dengan Al-Quran adalah kitab suci ini pada mulanya berada di Lauh Mahfudz yang tidak berbentuk harfiyah / lafaz serta mempunyai maqam yang amat tinggi, akan tetapi sekarang dapat dibaca dan telah turun dari maqamnya supaya manusia dapat memahaminya.:”Sesungguhnya Kami telah turunkan Al-Kitab sebagai sebuah bacaan berbahasa arab supaya kalian bertaqwa, dan sesungguhnya ia di sisi Kami di Ummul kitab (lauh mahfuz) benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah”. (Zukhruf 3-4).

Sifat-Sifat Al-Quran

Sifat-sifat Al-Quran di antaranya: Majid (Qaf: 2), Karim (Waqi’ah 77), Hakim (Yasin 2), ‘Adhim (Hijr 87), ‘Aziz (Fuussilat 41-42), Mubarak (Anbiya’ 5) Mubin (Hijr 1), Mutasyabih (Zumar 23), Matsani, ‘Arabi (Yusuf 2), Gairu dzi Iwaj (Zumar 28) Dzi Dikr (Shad 2), Basyir (Fusilat 2-3), Nazdir (Fusilat 2-3), Qayyim (Kahf 1-2).