Mengenal Ulumul Qur’an

ilmu qur'an

Ulumul Quran adalah sebuah kompilasi pelbagai macam disiplin ilmu,sebagai pendahuluan atau pengantar untuk memahami Al-Quran, seperti ilmu akan turunnya Al-Quran, pengumpulan, qiroat, mu’jizatnya (di antaranya tidak dapat ditahrif), nasikh dan mansukh, muhkan wa mutasyabihah, tafsir, tajwid dan lain sebagainya.

Jumlah Ilmu Al-Quran

Ulama’ berbeda pendapat tentang jumlah dari ilmu-ilmu Al-Quran; ada yang mengatakan 50 jenis, ada yang mengatakan 80, dan ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 400 jenis ilmu, bahkan ada pula yang mengatakan lebih dari itu.

Pencetus Awal

Orang-orang yang pertama melangkahkan kakinya dalam mengkaji dan membahas ilmu ini adalah;

  • 1. Imam Ali as.
  • 2. Abdulah bin Abbas.
  • 3. Abdullah Bin Mas’ud.
  • 4. Ubay bin Ka’ab bin Qais.

Poin-Poin Penting

  • Awal penulisan disiplin ilmu ini dimulai sejak akhir-akhir abad pertama hijriyah.
  • Ulumul Quran pada awalnya mulanya bermakna universal, dan mencakup tafsir dan tajwid.
  • Abu Aswad Ad-Dualimerupakan orang pertama yang mengi’rab Al-Quran. Hal itu ketika beliau mendengar ada seseorang membaca ayat ketiga surat Taubah, orang itu membaca yang memberikan arti:”Allah berlepas diri dari kaum musyrikin dan rasulNya”.
  • Orang pertama yang mencetuskan cara baca Al-Quran adalah: 1. Abul Aswad di abad I hijriyah. 2. Hasan bashri di abad II hijriyah.
  • Kitab paling komplit pertama dalam kajian ulumul Quran ditulis pada abad kedelapan hijriyah, dengan nama Al-Burhan fi Ulumil Quran hasil karya Zarkasyi.
  • Kitab-kitab yang dapat dijadikan rujukan dalam mengkaji ulumul Quran di antaranya: Al-Itqan fi Ulumil Quran, karya Jalaludid Syuyuthi,  Manahilul Quiran karya Zarqani, Al-Bayan fi Tafsiril Quran karya Ayatullah Khui, Al-Tamhid fi Ulumil Quran karya Ayatullah Ma’rifat. Quran dar Islam karya Allamah Thabathabai, Quran Syenasi karya Ayatullah Misbah Yazdi, Vejhuhes dar Tarikhe Quran, karya Dr Hujati Kirman.

Arti Al-Quran

Quran  yang merupakan masdar berwazan Gufran dan Rujhan diambil dari akar kata Qara’a yang bermakna membaca, akan tetapi masdar ini berarti seperti isim maf’ul, dengan demikian Quran adalah sesuatu yang dibaca / bacaan. Sebagaimana telah disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran ayat ke 17-18 dari surat Qiyamah:”sesungguhnya atas Kami pengumpulan dan bacaannya, maka jika Kami membaca, ikutilah bacaannya”.

Nama Al-Quran

Dalam hal ini telah terjadi polemik dan perbedaan yang sangat santer dan tajam diantara para mufassir, sebagian mengatakan Al-Quran hanya memilki satu nama saja yaitu Al-Quran sendiri, ada yang mengatakan nama Al-Quran berjumlah 43, 55 dan ada yang mengatakan Al-Quran memiliki sekitar 80 buah nama.

Perlu ditambahkan di sini, mayoritas nama-nama yang mereka bawakan tersebut adalah adjectif sifat-sifat bagi kitab suci yang termaktub dalam Al-Quran. Dengan demikian salah satu penyebab terjadinya polemik itu adalah tidak dibedakannya antara nama dan sifat Al-Quran serta perbedaan saliqeh atauselera masing-masing person dari mereka dalam menentukan nama atau sifat.

Adapun pendapat yang benar adalah Al-Quran memiliki empat nama;

1. Al-Quran. (Buruj 21)

2. Kitab. (Shad 29)

3. Zikr. (Anbiya’ 50)

4. Furqan. (Furqan 1)

Dari keempat nama di atas tiga di antaranya; Kitab, Zikr, dan Furqan juga digunakan oleh kitab-kitab lain sebelum Al-Quran seperti Taurat dan Injil, sedang Al-Quran merupakan nama khusus bagi kitab yang telah diturunkan kepada baginda nabi Muhammad SAWW.

Sebab Penaman Dengan Al-Quran

Adapaun sebab penamaannya dengan Al-Quran adalah kitab suci ini pada mulanya berada di Lauh Mahfudz yang tidak berbentuk harfiyah / lafaz serta mempunyai maqam yang amat tinggi, akan tetapi sekarang dapat dibaca dan telah turun dari maqamnya supaya manusia dapat memahaminya.:”Sesungguhnya Kami telah turunkan Al-Kitab sebagai sebuah bacaan berbahasa arab supaya kalian bertaqwa, dan sesungguhnya ia di sisi Kami di Ummul kitab (lauh mahfuz) benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah”. (Zukhruf 3-4).

Sifat-Sifat Al-Quran

Sifat-sifat Al-Quran di antaranya: Majid (Qaf: 2), Karim (Waqi’ah 77), Hakim (Yasin 2), ‘Adhim (Hijr 87), ‘Aziz (Fuussilat 41-42), Mubarak (Anbiya’ 5) Mubin (Hijr 1), Mutasyabih (Zumar 23), Matsani, ‘Arabi (Yusuf 2), Gairu dzi Iwaj (Zumar 28) Dzi Dikr (Shad 2), Basyir (Fusilat 2-3), Nazdir (Fusilat 2-3), Qayyim (Kahf 1-2).

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *